CEO Vitol Peringatkan Harga Minyak Mentah Bisa Tembus USD200 Per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Vitol, Russell Hardy, memperingatkan harga minyak mentah bisa mencapai USD200 per barel jika aliran minyak dari Timur Tengah terhenti akibat konflik yang memanas. Vitol mencatat 12 juta barel minyak mentah dan 2 juta barel produk olahan telah keluar dari wilayah tersebut setiap hari dalam tujuh hingga sepuluh hari terakhir. Tanpa aliran stabil 10-14 juta barel per hari, pasar energi di Eropa akan tidak stabil menjelang musim dingin karena persediaan rendah di negara Barat. Kelompok koordinasi minyak Uni Eropa akan bertemu untuk menentukan kebijakan terbaru. Harga solar di Inggris mencapai rekor tertinggi hampir USD10 per galon, melebihi rekor sebelumnya pada Juli 2022.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 10.38
Ekspor dari Timur Tengah Menguat, Harga Minyak Dunia Turun ke US$100
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 20.30
Saudi Pangkas Harga Minyak untuk Pembeli dari Asia
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.38
Rupiah Makin Loyo, Pengaruh Harga Minyak Makin Kuat
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.33
Rupiah Merosot ke 17.903 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Turun Usai G7 Ambil Langkah Darurat
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 08.17
Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US$106 per Barel
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 08.50
Harga Minyak Mentah Indonesia Agustus 2026 Tembus US$ 89,43 per Barel
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 13.28
Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi US$ 81,68/Barel
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 07.15