Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran berada dalam posisi yang lebih kuat dan bermartabat dibandingkan Amerika Serikat (AS), sehingga sebaiknya perang yang telah berlangsung sejak Februari lalu diselesaikan melalui diplomasi. Pezeshkian menegaskan bahwa seluruh dunia mengakui kemenangan Iran dan menyoroti tuduhan terhadap agresi militer AS dan Israel yang menyerang infrastruktur sipil Iran. Ia juga membela MoU damai yang disepakati pada Juni lalu, menegaskan bahwa perjanjian tersebut tidak mewakili bentuk kapitulasi, melainkan mengandung komitmen yang menyasar pihak AS.
Perundingan antara Iran dan AS masih terjebak dalam kebuntuan, dengan Iran yang mempertahankan penutupan sebagian Selat Hormuz dan AS yang menjaga blokade laut terhadap Teheran. Di sisi lain, pemerintahan AS di bawah Donald Trump bersiap memperketat sanksi ekonomi sebagai bagian dari strategi baru untuk menekan rezim Iran, sebuah langkah yang ditolak tegas oleh Kementerian Luar Negeri Iran sebagai bentuk terorisme ekonomi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan komitmen Washington untuk menjatuhkan rezim Iran melalui kampanye sanksi baru.
Situasi ini semakin rumit dengan kritik dari Tiongkok terhadap kebijakan sanksi AS, yang dianggap tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Di tengah ketegangan ini, Pezeshkian juga menyampaikan belasungkwa kepada Indonesia atas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan menawarkan bantuan kemanusiaan. Pentagon justru mendorong pendekatan diplomasi untuk menghindari eskalasi militer yang lebih besar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 18.28
AS Gunakan Strategi Anaconda untuk Lumpuhkan Iran
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.37
Iran Sudah Babak Belur Dihajar Amerika, tetapi Mengklaim Punya Senjata Rahasia
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Iran Akan Balas dengan Cara Serupa ketika AS Gunakan Senjata Nuklir
Berita terkait
Eksistensi Bangsa Iran Bergantung Perang, Khatami: Jangan Terlalu Emosi
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.20
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Ganti Strategi, Amerika Pilih Mencekik Iran ketimbang Buang Waktu di Meja Perundingan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.01