Darurat Karhutla di Sulsel, Kemarau Ekstrem dan Ulah Manusia Jadi Pemicu Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan terus meluas akibat kemarau ekstrem dan aktivitas manusia. Dalam sebulan terakhir, puluhan titik api muncul dan melahap puluhan rumah serta ratusan hektare lahan. BPBD Sulsel memperingatkan bahwa satu puntung rokok atau sampah yang dibakar sembarangan bisa memicu bencana besar. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kenaikan suhu ekstrem yang membuat lahan kering siap terbakar. Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyebut lahan seperti "tinderbox" yang mudah terbakar dan menyebar cepat. Sebagian besar kebakaran diduga disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti pembukaan lahan ilegal, pembakaran alang-alang, dan pembakaran sengaja untuk pertanian. Pada Juli-Agustus 2026, tercatat 31 kebakaran di Makassar, 106 di Parepare, dan kebakaran berkelanjutan di Tana Toraja dan Toraja Utara. BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan api dan menjaga pembuangan sampah agar tidak mudah terbakar. Tanpa kesadaran kolektif, upaya penanggulangan akan sia-sia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.40
10 Hektare Kawasan Habitat Harimau Sumatra di Riau Terdampak Karhutla
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.31
Pemkab Kotawaringin Barat Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.18
Menhut Sebut El Nino 2026 Sangat Kuat, Lebih Tinggi dari 2015
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 23.57
Karhutla 2026 Capai 202 Ribu Hektare, Menhut Soroti El Nino Datang Lebih Cepat
Berita terkait
BMKG: El Nino Kuat Picu Kemarau Ekstrem Hingga Karhutla Makin Parah
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.15
Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Selatan Jateng hingga 21 Agustus
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.33
Kualitas Udara Banjarbaru Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.08
Saat Rapat Kerja di Komisi IV DPR, Menhut Raja Juli Antoni Ingatkan untuk Mewaspadai Dampak El Nino 2026
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 19.38