Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Demokrat Dukung Usul Golkar Pileg-Pilpres Dipisah: Jarak 3-4 Bulan, Kita Dalami

Partai Demokrat mendukung usulan Partai Golkar untuk memisahkan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres). Sekretaris Jenderal Demokrat Herman Khaeron menyatakan dukungannya terhadap usulan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia agar Pileg dilaksanakan lebih dulu, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar atau "tiket" pencalonan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Menurut Herman, mekanisme ini sudah pernah dilakukan pada Pemilu 2004 dan 2009, di mana Pileg dilaksanakan sebelum Pilpres. Demokrat juga pernah memperjuangkan sistem serupa sebelumnya. Herman menilai pemisahan jadwal ini dapat memberi fokus yang berbeda bagi masyarakat dalam memberikan suara, terutama untuk memilih wakil rakyat dan calon presiden secara terpisah. Namun, terkait jarak waktu antara Pileg dan Pilpres masih dalam proses kajian, dengan opsi rentang tiga hingga empat bulan setelah Pileg. Doli menyoroti bahwa penggunaan hasil Pemilu lima tahun sebelumnya sebagai "tiket" pencalonan Pilpres berpotensi tidak lagi mencerminkan aspirasi politik masyarakat pada saat pemilu berlangsung. Dengan demikian, hasil Pileg yang dilaksanakan lebih dulu akan menjadi dasar pencalonan pada Pilpres, sehingga dukungan partai politik untuk mencalonakan pasangan capres-cawapres berasal dari hasil pemilu legislatif yang paling baru.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait