Golkar dan Demokrat Usul Pileg Digelar Dulu, Hasilnya Jadi Tiket Pilpres
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4718458/original/064608500_1705471010-20240117-Simulasi-Pemungutan-Suara-Herman-4.jpg)
Partai Golkar dan Demokrat mengusulkan penjadwalan Pemilu Legislatif (Pileg) lebih dulu daripada Pemilu Presiden (Pilpres), dengan hasil Pileg menjadi dasar pencalonan pasangan calon presiden. Skenario ini pernah diterapkan pada Pemilu 2004 dan 2009, namun pada 2014, 2019, dan 2024 Pileg dan Pilpres digelar serentak. Doli Kurnia (Golkar) menyatakan pemisahan memberi ruang pemilih untuk lebih fokus dalam menentukan pilihan, serta menghindari perbedaan aspirasi politik karena hasil pemilu lima tahun sebelumnya mungkin tidak lagi mencerminkan perkondongan saat ini. Herman Khaeron (Demokrat) mendukung usulan ini sebagai kembali ke sistem lama, dengan opsi jeda tiga atau empat bulan antara Pileg dan Pilpres masih akan dipertimbangkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.17
Demokrat Dukung Usul Golkar Pileg-Pilpres Dipisah: Jarak 3-4 Bulan, Kita Dalami
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 03.33
Pemilu Indonesia Mau Dirombak Total? Doli Kurnia Usul Pileg, Pilpres, Pilkada Dipisah
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.18
Golkar Usul Pileg Digelar Lebih Dulu, Hasilnya Jadi 'Tiket' buat Pilpres
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.12
Usai Ambang Batas, Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres Mencuat di DPR
Berita terkait
Golkar Usul Pileg-Pilpres 2029 Dipisah, Hasilnya Jadi Tiket Pencalonan Pilpres
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.37
Puan: PDIP Sudah Diajak Bicara soal PT 5% dan Capres Diusung 2 Fraksi
kumparan · 22 September 2026 pukul 14.37
PDIP Setuju Capres Minimal Didukung 2 Partai, Tapi Ada Syarat: Koalisi Tak Boleh Kegemukan! Sindir Siapa?
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.37
Anas Urbaningrum Bicara Pemilu 2029, Singgung Pileg hingga Tiket Capres
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 15.56