Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Direstui Trump, Raja Salman Selangkah Lagi Dapatkan Situs Nuklir

Presiden AS Donald Trump menyerahkan proposal perjanjian energi nuklir sipil dengan Arab Saudi kepada Kongres, memulai periode peninjauan 90 hari. Perjanjian 30 tahun ini memungkinkan ekspor teknologi nuklir AS ke Arab Saudi, termasuk pembangunan reaktor AP1000 senilai puluhan miliar dolar yang menguntungkan Westinghouse. Namun, kesepakatan ini bersyarat: Arab Saudi harus bergabung dengan Perjanjian Abraham dan tidak melakukan pengayaan uranium. Fasilitas pengayaan hanya akan dikelola oleh AS setelah studi kelayakan selama dua tahun.

Para kritikus dari Partai Demokrat dan ahli kebijakan nuklir menolak kesepakatan ini karena tidak mengandung larangan permanen terhadap pengayaan atau pemrosesan ulang. Mereka khawatir hal ini melemahkan kontrol nonproliferasi dan meningkatkan risiko penyebaran senjata nuklir di Timur Tengah. Peneliti Atlantic Council Matthew Kroenig menyatakan bahwa AS tidak boleh mengorbankan standar nonproliferasinya demi kepentuan strategis dengan Riyadh.

Di sisi lain, Arab Saudi menuntut normalisasi hubungan dengan Israel hanya jika Palestina merdeka diakui, sebuah posisi yang semakin kaku sejak konflik Gaza 2023. Riyadh juga telah menyatakan akan mengejar kemampuan nuklir jika Iran berhasil mengembangkannya, menambah ketegangan regional yang ada.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait