Doktrin Militer Iran Berubah, Dari Bertahan Jadi Menyerang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan Amerika Serikati Israel. Juru Bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menyatakan bahwa doktrin baru mencakup operasi pencegahan, respons segera, dan serangan besar terhadap agresi musuh. Perubahan ini terjadi setelah serangkaian pertukaran serangan antara kedua belah pihak. Pada Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai Februari. Namun, pada Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak berlaku lagi, diikuti serangan AS terhadap Iran dan balasan Iran yang mencakup penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap pangkalan AS di Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 09.25
Presiden Iran Bilang Ini Saatnya Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.23
Iran Ancam Tahan dan Sita Kapal yang Langgar Aturan di Selat Hormuz
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.45
Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 17.05
Berubah Drastis, Iran Ubah Doktrin Militer dari Defensif Menjadi Ofensif
Berita terkait
Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Muncul, Beri Pesan ke Amerika
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 22.00
Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Tawaran Selat Hormuz
Detik.com · 29 September 2026 pukul 18.12
Mojtaba Sebut Iran Pukul Telak Pasukan AS: Laut Arab Segera Bebas dari Mereka
Detik.com · 28 September 2026 pukul 23.53
8 AS Terluka Akibat Serangan Iran di Selat Hormuz
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 14.50