Doktrin Militer Iran Berubah, Dari Bertahan Jadi Menyerang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan Amerika Serikati Israel. Juru Bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menyatakan bahwa doktrin baru mencakup operasi pencegahan, respons segera, dan serangan besar terhadap agresi musuh. Perubahan ini terjadi setelah serangkaian pertukaran serangan antara kedua belah pihak. Pada Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai Februari. Namun, pada Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak berlaku lagi, diikuti serangan AS terhadap Iran dan balasan Iran yang mencakup penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap pangkalan AS di Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 09.25
Presiden Iran Bilang Ini Saatnya Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 17.05
Berubah Drastis, Iran Ubah Doktrin Militer dari Defensif Menjadi Ofensif
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Mendaki ke US$91,87 saat Pasar Cermati Arah Perang
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Hari Ini Menguat Tersengat Sikap Iran Soal Selat Hormuz
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.06
Trump: Selat Hormuz Jadi Wilayah AS adalah Gagasan Bagus
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.17
Iran Tak Percaya AS, Rudal-Drone Digenjot untuk Hadapi Perang Lebih Besar
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.04