Presiden Iran Bilang Ini Saatnya Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa sudah saatnya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat, menilai Teheran berada dalam posisi yang lebih kuat. Pezeshkian menuduh AS menyerang infrastruktur sipil Iran seperti sekolah dan rumah sakit, melanggar hukum internasional. Perundingan antara kedua belah pihak masih terhenti, sementara Iran mempertahankan penutupan sebagian di Selat Hormuz dan AS melakukan blokade lautnya. Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melakukan terorisme ekonomi dan menyeimbangkan ancaman sanksi baru yang diumumkan Washington. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan sekutu dan China agar mendukung isolasi ekonomi terhadap Iran, dengan ancaman konsekuensi berat bagi negara yang tidak ikut. AS juga mengancam sanksi keras terhadap negara yang memberikan bantuan kepada Iran, sementara China diingatkan karena bergantung 50 persen energi dari Teluk. Bessent menegaskan bahwa langkah ini bertujuan melemahkan kemampuan Iran memproyeksikan pengaruh melalui jaringan proksinya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.23
Amerika Serikat Minta UEA Tekan Ekonomi Iran
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Dunia Mendaki ke US$91,87 saat Pasar Cermati Arah Perang
Berita terkait
AS Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Iran Pekan Depan, Lebih Keras dari Sebelumnya
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.22
Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Kini Sentuh US$ 93,82
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.10
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Sasar Iran, Ancam Sanksi ke Negara Pendukung
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.24
Harga Minyak Hari Ini Menguat Tersengat Sikap Iran Soal Selat Hormuz
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.06