DPR: OTT Pejabat ATR/BPN Momentum Bongkar Jaringan Mafia Tanah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) pada sebuah perusahaan swasta di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam operasi ini, KPK menyita uang tunai Rp106,3 miliar serta barang bukti berupa mata uang asing yang jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk pejabat Direktorat Jenderal di lingkungan ATR/BPN.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menegaskan bahwa OTT ini harus menjadi momentum untuk membongkar jaringan mafia tanah secara menyeluruh, bukan hanya menyentuh satu atau dua orang. Ia mendesak KPK mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu, termasuk menelusuri siapa yang meminta, siapa yang memberi, dan siapa perantaranya dalam transaksi suap terkait HGB.
Abdullah juga menyoroti bahwa mafia tanah tidak hanya menyebabkan kerugian finansial negara, tetapi juga mencederai rasa keadilan sosial. Sebagai langkah preventif, ia mendorong percepatan digitalisasi layanan pertanahan dan penguatan sistem pengawasan untuk meningkatkan transparansi dan mempersempit ruang bagi transaksi ilegal di sektor pertanahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 21.16
KPK Bongkar Kasus Mafia Tanah di BPN, Temukan Bukti Uang Rp 106 M
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 20.01
Ini 8 Tersangka OTT KPK di ATR/BPN, Ada Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid?
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.30
Dirjen ATR/BPN Kena OTT KPK, Wamen Ossy Buka Suara
kumparan · 15 September 2026 pukul 16.36
Wamen ATR/BPN soal OTT KPK: Hormati Proses Hukum, Akan Bersikap Kooperatif
Berita terkait
Ini 8 Tersangka yang Ditahan KPK usai OTT Suap HGU
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.05
Sudah Ada Tersangka dari OTT ATR/BPN, KPK Segera Umumkan
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.21
KPK sudah tetapkan tersangka terkait OTT ATR/BPN
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 16.13
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 14.50