DPR Terima Audiensi Pedemo Hari Tani, Sorot UU Reforma Agraria
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pimpinan DPR menerima audiensi perwakilan massa aksi unjuk rasa yang memperingati Hari Tani Nasional pada Kamis (24/9). Massa dari Bandung, Bogor, Pandeglang, dan Jakarta mewakili empat organisasi termasuk Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA). Mereka menyoroti kasus konflik agraria seperti perampasan tanah, penggusulan, dan harga produksi yang masih dihadapi masyarakat hingga kini.
Massa menilai UU Reforma Agraria yang disahkan pada 22 September lalu belum menyelesaikan akar persoalan agraria. Sekretaris Jenderal AGRA, Saiful Wathoni, mengkhawatirkan UU tersebut hanya bersifat administratif dan tidak menjelaskan secara tegas subjek reforma agraria, sehingga berpotensi menyebabkan multitafsir. Ia menyoroti ketidakjelasan definisi kelompok yang dimaksud dalam undang-undang.
Saan Mustopa dari NasDem menanggapi dengan membantah klaim penyempitan definisi agraria. Ia menjelaskan UU Reforma Agraria lebih komprehensif dan mencakup subjek seperti petani, masyarakat adat, nelayan, dan perempuan. Menurutnya, undang-undang ini menjadikan hak-hak tersebut prioritas dalam kebijakan agraria nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 16.42
Massa Temui Pimpinan DPR, Protes UU Reforma Agraria
Detik.com · 24 September 2026 pukul 16.36
Pimpinan DPR Terima Massa Aksi Hari Tani, Bahas Masalah Agraria
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 16.16
UU Reforma Agraria Kado Manis dari DPR untuk Petani di Hari Tani Nasional
kumparan · 24 September 2026 pukul 16.00
Pimpinan DPR Terima Aspirasi Perwakilan Masyarakat di Hari Tani Nasional
Berita terkait
Daftar Catatan Kritis YLBHI soal UU Reforma Agraria
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.07
Reforma Agraria Resmi Jadi UU, Apa Saja Isinya?
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 07.14
Pemerintah Bakal Atur Batas Kepemilikan Tanah Lewat UU Reforma Agraria
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 20.40
UU Reforma Agraria Disahkan DPR, Lembaga Baru-Dewan Pengawas Bakal Dibentuk
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.36