Ekonom Minta Pemerintah Tak Sekadar Kejar Kuantitas dalam Program Pembukaan Rekening Massal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengingatkan pemerintah agar program pembukaan rekening massal tidak hanya mengejar target kuantitas. Keberhasilan inklusi keuangan seharusnya diukur dari pemanfaatan rekening untuk produktivitas ekonomi, bukan sekadar jumlah akun yang terbuka.
Fakhrul menekankan pentingnya penyediaan rekening berbiaya rendah, kemudahan penggunaan, interoperabilitas sistem pembayaran, serta perlindungan data yang kuat. Selain itu, diperlukan literasi keuangan dan perlindungan konsumen bagi masyarakat yang baru mengenal sistem keuangan formal agar terjadi partisipasi ekonomi yang nyata.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 19.58
Optimisme Perbankan Terjaga di Triwulan III meski Global tidak Menentu
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 18.50
OJK: Perbankan optimis pada triwulan III 2026 di tengah ketidakpastian
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 16.38
Dukcapil Dukung Perluasan Akses Rekening Bank lewat Data Kependudukan
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.10
Pemerintah Mulai Bagikan Rekening Gratis pada Kuartal I-2027
Berita terkait
Rekening Otomatis Usia 17 Tahun: Solusi Inklusi atau Poles Statistik?
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.36
Rp11 Triliun APBN Disiapkan untuk Saldo Rekening Masyarakat, Ini Penjelasan Purbaya
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.47
Rekening Massal 200 Juta Warga Bakal Diisi Rp50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.17
Biayai Kopdes, BNI (BBNI) Optimis Proyek Minim Risiko Kredit Macet
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.30