Eks Anggota Kongres AS: Amerika Sedang Bahas Serangan Nuklir terhadap Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan anggota Kongres Amerika Serikat, Marjorie Taylor Greene, menyatakan bahwa pejabat di Washington sedang membahas kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Pembahasan tersebut diklaim mencuat di tengah ketegangan dan eskalasi konflik berkepanjangan yang masih terus memanas antara kedua pihak. Informasi tersebut diungkapkan oleh mantan tokoh gerakan MAGA melalui unggahan di platform media sosial X pada hari Minggu.
Greene menyebutkan bahwa isu penurunan ambang batas penggunaan senjata nuklir dibicarakan secara langsung dalam sejumlah rapat strategi. Meskipun mengeklaim mengetahui pembicaraan tersebut secara pasti dan bukan sekadar spekulasi, Greene tidak menyertakan rincian bukti konkret ataupun nama-nama pihak yang terlibat dalam pertemuan yang dimaksud.
Tindakan tersebut dinilai Greene dapat memicu bahaya kehancuran nuklir skala besar serta menyeret stabilitas global ke dalam perang yang jauh lebih luas. Kendati klaim ini telah menuai perhatian publik secara luas, pihak Gedung Putih hingga saat ini belum memberikan konfirmasi terbuka mengenai kebenaran adanya pembahasan serangan nuklir tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.47
Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga yang Tangkap Tentara AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.34
Iran Tuding Kehadiran Militer AS Penyebab Pencemaran Minyak di Teluk
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.35
Komandan Angkatan Darat Iran Tegaskan AS tidak Berhak Memasuki Teluk Persia
Berita terkait
Iran Kecam Keras Modernisasi Persenjataan Nuklir AS
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.57
Netanyahu Telan Mentah-mentah Hoaks untuk Bikin Klaim Senjata Nuklir Iran
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 07.59
Panglima Militer Iran: 1 Kepala Tentara AS Dihargai Rp534 Juta
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 04.40
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53