Ekspor Nikel Cs Terganjal, Pelaku Usaha: LTJ Cuma Mineral Ikutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekspor mineral Indonesia, termasuk nikel, timah, dan bauksit, terhambat karena adanya kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang dianggap mineral ikutan. Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) menegaskan bahwa LTJ hanya merupakan hasil sampingan dalam komoditas utama, bukan produk ekspor utama. Tantangan utama adalah belum adanya teknologi yang memadai untuk mengidentifikasi dan memisahkan LTJ dengan kadar yang sangat kecil saat penambangan.
Pelaku usaha menghadapi kesulitan dalam pengujian dan pelaporan ekspor akibat interpretasi baru terhadap kewajiban pelaporan, yang menimbulkan ketidakpastian dan dapat mengganggu perdagangan internasional. IMA mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian dalam metodologi pengujian dan standarisasi parameter teknis agar seragam di lapangan.
Selain itu, diperlukan pembenahan regulasi dan pengawasan agar aturan tidak menimbulkan multi tafsir. IMA berharap ekspor komoditas utama tetap berjalan selama masa transisi untuk menjaga stabilitas perdagangan mineral Indonesia di pasar global, sebagai langkah penting untuk melindungi kepentingan umum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 07.15
Referensi Periode Agustus 2026: Harga CPO Turun, Biji Kakao Justru Meroket
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 21.00
Bos Kadin Ungkap Komponen Tesla-IKEA Ternyata Made in RI!
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 18.47
BPJPH dan Uni Eropa Bahas Kesiapan Implementasi Wajib Sertifikasi Halal
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.45
Harga Patokan Ekspor Emas Turun 0,7% pada Awal Agustus 2026
Berita terkait
Ekspor Nikel Terhambat LTJ, Pelaku Usaha Minta Kepastian Standar
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.00
Bahlil Buka Suara soal Eskpor Tertahan Karena Aturan Logam Tanah Jarang
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.30
Indonesia Belum Bisa Ekstraksi Logam Tanah Jarang, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.17
Aturan Belum Jelas! Heboh Nikel-Timah Cs Dilarang Ekspor Imbas LTJ
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.59