Indonesia Belum Bisa Ekstraksi Logam Tanah Jarang, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia saat ini belum mampu melakukan ekstraksi logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth, meskipun ketersediaannya telah lama diketahui. Hambatan utama adalah kurangnya kesiapan teknologi, termasuk peralatan uji canggih dan laboratorium sensitif yang terpusat di beberapa pusat riset negara. Tahapan identifikasi, pemetaan, dan pengujian LTJ belum optimal karena fokus masih pada komoditas seperti nikel, besi, dan cobalt.
Selain aspek teknis, tata kelola terkait LTJ juga belum jelas. Para ahli menyarankan perlunya regulasi spesifik di bawah Kementerian ESDM, membedakan LTJ sebagai mineral ikutan dari komoditas utama. Ekstraksi LTJ dari nikel melalui teknologi metalurgi dan hidrometalurgi belum tersedia, sehingga Indonesia perlu menjalin kemitraan dengan pelaku industri global untuk pengembangan lebih lanjut.
Masalah ini diperparah dengan adanya pemeriksaan kandungan LTJ sebelum ekspor mineral, yang menghambat aktivitas ekspor. Para pelaku industri mendesak agar pengelolaan LTJ diserahkan pada otoritas yang tepat untuk menghindari kebijakan tidak konsisten dan mendukung hilirisasi berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 21.00
Bos Kadin Ungkap Komponen Tesla-IKEA Ternyata Made in RI!
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 18.47
BPJPH dan Uni Eropa Bahas Kesiapan Implementasi Wajib Sertifikasi Halal
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.45
Harga Patokan Ekspor Emas Turun 0,7% pada Awal Agustus 2026
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 13.17
RI Punya Cadangan Logam Tanah Jarang 350 Ribu Ton, Tata Kelola Ekspor Disiapkan
Berita terkait
Ekspor Nikel Terhambat LTJ, Pelaku Usaha Minta Kepastian Standar
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.00
Ekspor Nikel Cs Terganjal, Pelaku Usaha: LTJ Cuma Mineral Ikutan
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.45
Ekspor Nikel RI di 2026 Diramal Hilang 5 Juta Ton Gegara Hal Ini
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.55
Bahlil Buka Suara soal Eskpor Tertahan Karena Aturan Logam Tanah Jarang
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.30