FAO: Blokade Hormuz sebabkan produksi pangan global turun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Blokade Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengancam produksi dan pasokan pangan global pada semester kedua 2026 hingga 2027. Direktur Kantor Penghubung FAO untuk Rusia, Oleg Kobiakov, menjelaskan bahwa terhentinya pelayaran di jalur utama perdagangan minyak dan gas ini memicu kenaikan harga bahan bakar dunia.
Kenaikan biaya energi berdampak langsung pada sektor pertanian karena jadwal tanam yang kaku. Penundaan penggunaan pupuk selama beberapa pekan saja dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. FAO memperingatkan bahwa guncangan ini akan meningkatkan harga pangan dan memperburuk kondisi kelaparan di wilayah yang sudah mengalami krisis pangan akut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 14.07
Gawat! Aksi Iran di Selat Hormuz Merusak Produksi Pangan Dunia
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 03.03
AS Harus Terima 4 Kenyataan Akibat Perang Iran, dari Reputasi Rusak hingga Harus Akui Kekalahan
Berita terkait
Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.54
Harga Minyak Dunia Terus Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.22
3 Cara Perang Iran Ubah Ekonomi Dunia, China Paling Untung Besar
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 12.28
Tiga Dampak Permanen Perang AS-Iran terhadap Ekonomi Global
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.53