Gencatan Senjata AS - Iran 60 Hari Akan Berakhir, Mungkinkah Perang Kembali Berkecamuk?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran diperkirakan tidak akan bertahan lama. Joey Hood, mantan penjabat direktur Kantor Urusan Iran di Departemen Luar Negeri AS, menyatakan bahwa kedua negara sedang dalam fase persiapan militer, bukan langkah menuju perdamaian. Menurut Hood, nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni lalu ditakdirkan gagal karena dirancang dengan buruk dan memberi Iran ruang untuk menafsirkannya secara leluasa, termasuk klaim kedaulatan atas Selat Hormuz dan pengaruh di Lebanon.
Hood menegaskan tidak ada tanda-tanda MoU tersebut akan dihidupkan kembali atau kesepakatan baru tercapai karena kedua belah pihak sedang bersitegang keras. Ia menyebut sikap Iran yang ngotot mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz sebagai hambatan utama, namun juga memprediksi bahwa jika Iran mengizinkan kapal melintas bebas, Presiden Trump kemungkinan akan membalas dengan mencabut blokade angkatan laut dan sanksi minyak. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan bahwa hambatan utama dalam penyelesaian sengketa bukanlah kurangnya mediator, melainkan posisi masing-masing pihak yang belum selaras.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.21
Menantu Trump Sebut Dialog AS dan Iran Kini Jauh Lebih Intens
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 10.00
Sekjen PBB Desak AS-Iran Melanjutkan Negosiasi Menuju Penyelesaian Damai
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.54
Harga Minyak Brent Mendekati US$91, Pasokan Global Terancam Terganggu
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Berita terkait
Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Muncul, Beri Pesan ke Amerika
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 22.00
Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Tawaran Selat Hormuz
Detik.com · 29 September 2026 pukul 18.12
Trump dan Iran Terus Berseteru, Jalan Damai Masih Buntu
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.34
Kejomplangan Perang Ranjau antara AS-Iran di Selat Hormuz
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.42