Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gencatan Senjata AS - Iran 60 Hari Akan Berakhir, Mungkinkah Perang Kembali Berkecamuk?

Gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran diperkirakan tidak akan bertahan lama. Joey Hood, mantan penjabat direktur Kantor Urusan Iran di Departemen Luar Negeri AS, menyatakan bahwa kedua negara sedang dalam fase persiapan militer, bukan langkah menuju perdamaian. Menurut Hood, nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni lalu ditakdirkan gagal karena dirancang dengan buruk dan memberi Iran ruang untuk menafsirkannya secara leluasa, termasuk klaim kedaulatan atas Selat Hormuz dan pengaruh di Lebanon.

Hood menegaskan tidak ada tanda-tanda MoU tersebut akan dihidupkan kembali atau kesepakatan baru tercapai karena kedua belah pihak sedang bersitegang keras. Ia menyebut sikap Iran yang ngotot mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz sebagai hambatan utama, namun juga memprediksi bahwa jika Iran mengizinkan kapal melintas bebas, Presiden Trump kemungkinan akan membalas dengan mencabut blokade angkatan laut dan sanksi minyak. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan bahwa hambatan utama dalam penyelesaian sengketa bukanlah kurangnya mediator, melainkan posisi masing-masing pihak yang belum selaras.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait