Gus Ipul Tegaskan Bansos Bukan untuk Judol, Tangguhkan 1,49 Juta Penerima
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako harus digunakan untuk kebutuhan keluarga, bukan judi online. Setelah pemadanan data dengan PPATK, 1.494.652 data penerima bansos triwulan II terindikasi terkait transaksi judi. Mereka sementara ditangguhkan, dengan kesempatan melakukan klarifikasi melalui pemerintah desa atau pendamping sosial. Jika terbukti menyalahgunakan bansos, penyaluran dihentikan. Indikasi transaksi tidak selalu dari penerima bansos, meliputi anak, suami, istri, atau cucu. Dari 1,49 juta data, lebih dari 1 juta berasal dari anak keluarga. Nilai transaksi rata-rata Rp1,9 juta, dengan terendah Rp5.000 dan tertinggi Rp2,6 miliar. Pemerintah sedang menelusuri transaksi tinggi tersebut. Hingga saat ini, 44.000 penerima telah melakukan klarifikasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 09.11
1,49 Juta Penerima Bansos Bermain Judol, Lebih dari 1 Juta Masih Anak-anak
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 21.30
Gus Ipul Tegaskan Bansos PKH & Sembako Tak Digunakan untuk Judol
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 06.06
Selain Bisa Revisi Desil, Warga Bisa Laporkan Orang yang Layak Dapat Bansos
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 17.15
2 Cara Cek Desil di Situs BPS dan Kemensos, Cukup Pakai NIK
Berita terkait
Kemensos Tangguhkan 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.59
Bansos PKH Triwulan III Tersalurkan ke 7 Juta KPM dan Sembako 12 Juta KPM
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.42
Kemensos Tangguhkan 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 21.46
Kementrian Sosial Tangguhkan Bantuan PKH pada 237 KPM karena Terindikasi Judi Online
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 05.05