Gus Ipul Tegaskan Bansos PKH & Sembako Tak Digunakan untuk Judol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako harus digunakan untuk kebutuhan keluarga, bukan judi online (judol). Pemerintah tidak akan mentoleransi penyalahgunaan dan akan menghentikan penyaluran serta menonaktifkan bantuan bagi penerima yang terbukti menyalahgunakannya. Kebijakan ini didasarkan pada hasil pemadanan data Kemensos dengan PPATK terhadap penerima bansos triwulan II beserta anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK).
Pemeriksaan menemukan 1.494.652 data terindikasi transaksi judol. Komposisi terbanyak adalah anak (lebih dari 1 juta), diikuti kepala keluarga/suami (458 ribu), istri (40 ribu), dan cucu (23 ribu). Rata-rata nilai transaksi 2025 mencapai Rp1,9 juta, dengan rentang Rp5.000 hingga Rp2,6 miliar. Kasus transaksi Rp2,6 miliar masih diselidiki apakah benar menggunakan rekening bansos.
Kemensos membuka klarifikasi melalui aplikasi SIKS-NG bagi KPM yang terindikasi. Dua mekanisme: menyanggah jika identitas disalahgunakan, atau menghentikan judol, menutup rekening, dan melaporkan penutupan. Hingga kini 44 ribu KPM telah melakukan klarifikasi. Penyaluran bantuan bagi yang terindikasi ditangguhkan hingga proses selesai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 09.11
1,49 Juta Penerima Bansos Bermain Judol, Lebih dari 1 Juta Masih Anak-anak
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 09.00
Gus Ipul Tegaskan Bansos Bukan untuk Judol, Tangguhkan 1,49 Juta Penerima
Berita terkait
Desil 4 Dapat Bansos Apa? Ini Cara Cek Status di Cek Bansos Kemensos
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.19
Kemensos Bongkar Fakta 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.05
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online
Detik.com · 4 September 2026 pukul 20.04
1,4 Juta Penerima Bansos Main Judol, Pemerintah Minta Klarifikasi
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.20