Harga Minyak Tembus US$105 per Barel, Pasar Obligasi dan Saham Terguncang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia melonjak kuat pada perdagangan Kamis (10/9), dengan minyak Brent menembus US$105 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara WTI sempat mencapai US$100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk pertempuran di Selat Hormuz dan Laut Merah, serta serangan Houthi yang didukung Iran ke Arab Saudi. Konflik ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global dan meningkatkan kecemasan inflasi serta kenaikan suku bunga bank sentral. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi AS 10 tahun melonjak ke 4,93%, tertinggi sejak Oktober 2023, meskipun Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana buyback hingga US$6 miliar. Pasar saham Wall Street juga tertekan, dengan S&P 500 turun 0,6% dan koreksi lebih dari 2,5% sejak rekor terbarunya pada 13 Agustus. Peluang pasar memperkirakan 70% kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan. Di Eropa, ECB menaikkan suku bunga utamanya menjadi 2,5% akibat tekanan harga dari konflik ini. HSBC memproyeksikan pasar minyak tetap tidak seimbang hingga 2027 dengan kemungkinan Brent mencapai US$120 per barel. Harga diesel di AS juga mencatat rekor US$5,98 per galon, menambah kekhawatiran inflasi energi yang lebih luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 08.15
Harga Minyak Dunia Tembus USD 100/Barel, Pasokan Timur Tengah Masih Terganggu
kumparan · 10 September 2026 pukul 07.30
IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 6.611, Simak Rekomendasi Saham Ini
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.34
12 Negara Batasi Dagang dengan Israel, Harga Minyak Memanas Nyaris USD 100/Barel
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.30
Bitcoin Melemah 0,89%, Usai Harga Minyak Tembus US$101 per Barel
Berita terkait
IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.46
3 Faktor Ini Jadi Pemicu Imbal Hasil Obligasi Global Meningkat
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.00
Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.07
IHSG Mendadak Anjlok 1% Siang Ini, Ada Dua Hantu Gentayangan!
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.05