Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Tembus US$105 per Barel, Pasar Obligasi dan Saham Terguncang

Harga minyak mentah dunia melonjak kuat pada perdagangan Kamis (10/9), dengan minyak Brent menembus US$105 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara WTI sempat mencapai US$100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk pertempuran di Selat Hormuz dan Laut Merah, serta serangan Houthi yang didukung Iran ke Arab Saudi. Konflik ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global dan meningkatkan kecemasan inflasi serta kenaikan suku bunga bank sentral. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi AS 10 tahun melonjak ke 4,93%, tertinggi sejak Oktober 2023, meskipun Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana buyback hingga US$6 miliar. Pasar saham Wall Street juga tertekan, dengan S&P 500 turun 0,6% dan koreksi lebih dari 2,5% sejak rekor terbarunya pada 13 Agustus. Peluang pasar memperkirakan 70% kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan. Di Eropa, ECB menaikkan suku bunga utamanya menjadi 2,5% akibat tekanan harga dari konflik ini. HSBC memproyeksikan pasar minyak tetap tidak seimbang hingga 2027 dengan kemungkinan Brent mencapai US$120 per barel. Harga diesel di AS juga mencatat rekor US$5,98 per galon, menambah kekhawatiran inflasi energi yang lebih luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait