Heboh Desil Bansos Tidak Sesuai Kenyataan, Ini Penjelasan Kepala Bakom
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menjelaskan pengkategorian desil bansos tidak selalu sesuai kenyataan karena data masih dalam proses pemutakhiran. Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan desil merupakan fondasi data untuk menentukan penerima bantuan sosial secara tepat sasaran. Pemerintah sedang membangun digitalisasi perlindungan sosial agar penyaluran bansos lebih akurat dan responsif. Kepala Bakom Muhammad Qodari menegaskan bahwa desil bukan penentu tunggal hak menerima bansos, melainkan instrumen untuk memetakan tingkat kesejahteraan relatif. Masyarakat dapat memberikan usulan dan keberatan melalui mekanisme Usul-Sanggah seperti Cek Bansos dan SIKS-NG. Contoh konkretnya, data Pak Timbul pengemudi becak di Kulonprogo yang sempat masuk desil 9 kini dimutakhirkan menjadi desil 3, membuktikan mekanisme pemutakhiran berjalan. Pemerintah menyadari data DTSEN memerlukan pembaruan berkelanjutan dan tidak boleh menutup mata terhadap kondisi nyata masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 11.12
53 Ribu KK di Banjarmasin Masuk Kategori Penerima Bansos
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 10.17
Pemerintah Tegaskan Desil Bukan Penentu Tunggal Penerima Bansos
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 19.30
Qodari: Desil Bukan Jadi Penentu Tunggal Penyaluran Bansos ke Masyarakat
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 19.05
Data Desil Bermasalah, Aleg Perindo Binsar Simarmata Dampingi Warga Cek Status Bansos
Berita terkait
Kemensos Tegaskan Kenaikan Desil Tak Otomatis Bikin Bansos Hilang
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.07
Cegah Rakyat Kehilangan Bansos Gegara Status Desil, Ini 7 Tuntutan Aspirasi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.30
Desil Tiba-Tiba Berubah, Pemerintah Tak Langsung Coret Jatah Bansos
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 07.15
Desil Tinggi Tak Otomatis Coret Penerima Bansos, Ini Penjelasannya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 06.55