Houthi Kuasai Selat Bab al-Mandeb yang Vital bagi Pelayaran Global!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelompok Houthi berhasil menguasai seluruh pesisah Yaman di tepi Selat Bab al-Mandeb, gerbang masuk ke Laut Merah, setelah merebut tiga pulau strategis yakni Pulau Mayyun (Perim), Pulau Hanish Besar, dan Pulau Hanish Kecil dalam serangan kilat sehari sebelumnya. Penguasaan ini memperkuat kendali Houthi atas jalur pelayaran vital yang menghubungkan Eropa dan Asia melalui Laut Merah dan Teluk Aden. Situasi ini diperkirakan memperparah dampak perang di Timur Tengah terhadap perdagangan internasional, terutama dengan penutupan jalur pipa minyak Arab Saudi akibat serangan Houthi dan blokade Iran terhadap Selat Hormuz. Pulau Mayyun yang terletak di tengah Selat Bab al-Mandeb dinilai meningkatkan kemampuan Houthi untuk menyerang kapal tanker Saudi yang menjadi sasaran sejak Juli 2026. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menegaskan jalur pelayaran di Selat Bab al-Mandeb aman bagi semua pihak kecuali Saudi. Penasihat pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga menyampaikan ucapan selamat kepada Houthi atas kemenangan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.11
Yaman vs Kelompok Houthi: Laut Merah Bergejolak, Keamanan Global Terancam
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 17.31
Perang Memanas, Houthi Kendalikan Seluruh Garis Pantai Laut Merah Yaman
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 07.00
Perang Menggila-Minyak Bisa Kiamat: Usai Hormuz, Laut Ini dalam Bahaya
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.21
Houthi Rebut Kota Pelabuhan Kunci di Laut Merah
Berita terkait
Bentrokan Sengit Houthi dan Pasukan Yaman, 81 Orang Tewas
Detik.com · 4 September 2026 pukul 17.44
Mampukah Aliansi Laut Merah Pimpinan Arab Saudi Menaklukkan Houthi dan Iran?
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.11
Turki Gabung Koalisi Pertahanan Maritim Pimpinan Arab Saudi di Laut Merah
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 18.31
Houthi Paksa 29 Kapal Tanker Arab Saudi Berbalik Arah, Terus Blokade Laut Merah
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 17.24