Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ibadah Haji Ikut Gerakkan Ekonomi RI, Nilainya Rp 8,78 T

Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi penyelenggaraan ibadah haji pada 2026 sebesar Rp8,78 triliun, setara dengan 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dari total pengeluaran jamaah haji sebesar Rp29,25 triliun, sebesar 70 persen atau Rp20,48 triliun merupakan konsumsi impor dari Arab Saudi, sementara 30 persen atau Rp8,78 triliun digelontorkan untuk konsumsi dalam negeri. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa kontribusi ini mas masih dapat ditingkatkan jika porsi konsumsi domestik naik hingga 50 hingga 60 persen, yang berpotensi meningkatkan kontribusi haji terhadap PDB hingga Rp14,63 triliun hingga Rp17,55 triliun.

Pengeluaran pribadi jamaah Indonesia saat ibadah haji 2026 mencapai Rp4,25 triliun, meliputi Haji Reguler sebesar Rp3,39 triliun dan Haji Khusus sebesar Rp857,3 miliar. Sebagian besar pengeluaran tersebut, yakni 46,1 persen atau Rp1,96 triliun, digunakan untuk membeli oleh-oleh dari Tanah Suci. Selain itu, jamaah juga menghabiskan uang untuk makanan tambahan dan minuman (Rp542,6 miliar), pembayaran DAM (Rp559,9 miliar), obat-obatan (Rp743,3 miliar), transportasi (Rp257,4 miliar), dan paket data internet (Rp86,2 miliar).

Amalia menekankan bahwa sebagian besar pengeluaran dilakukan di Arab Saudi, termasuk pembayaran DAM dan belanja oleh-oleh. Namun, ada upaya untuk meningkatkan penggunaan barang dan jasa Indonesia, bahkan di Arab Saudi, seperti penggunaan bumbu dapur asal Indonesia dalam penyelenggaraan haji. Dengan meningkatkan porsi konsumsi domestik, dampak ekonomi bagi Indonesia diharapkan akan lebih besar melalui efek multiplier yang lebih kuat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait