Imbal Hasil Obligasi Global Melonjak, Utang Negara dan Infrastruktur AI Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Imbal hasil obligasi jangka panjang di sejumlah negara maju melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Di Amerika Serikat, imbal hasil obligasi pemerintah 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, sementara Jepang, Jerman, Prancis, dan Inggris juga mencatat kenaikan signifikan. Lonjakan ini terjadi seiring tekanan dari utang pemerintah yang membengkak, kenaikan harga minyak, dan kekhawatiran akan inflasi. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun berada di sekitar 4,71 persen, dengan pasar menantau ketahanan di level 5 persen.
Tekanan di pasar obligasi juga dipengaruhi oleh kebutuhan pinjaman besar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pusat data teknologi. Utang AS mendekati 40 triliun dolar AS, sementara konflik AS-Iran yang berlarut memicu kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi. Para analis menyoroti kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal yang tidak konsisten dan komunikasi Federal Reserve yang kurang jelas di bawah kepala barunya.
Dampak kenaikan imbal hasil terlihat pada penurunan harga obligasi dan tekanan pada pasar saham, termasuk Nasdaq dan STOXX 600 Eropa yang berada di zona merah. Namun, bagi sebagian investor, imbal hasil yang lebih tinggi justru membuat obligasi kembali menarik. Kepemilikan asing atas obligasi AS juga turun pada Juni, terutama dari Jepang, Inggris, dan China.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.00
3 Faktor Ini Jadi Pemicu Imbal Hasil Obligasi Global Meningkat
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 20.57
Pemerintah serap SUN Rp34 triliun dari permintaan hampir Rp85 triliun
Berita terkait
Wall Street Melemah Tiga Hari, Bursa Asia Ikut Turun
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 10.45
Imbal Hasil Obligasi AS 30 Tahun Tembus 5,3 Persen, Tertinggi sejak 2007
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.15
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Saatnya Investasi atau Tahan Dulu?
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 09.05
Alarm Berbunyi di Rusia, Bank-bank Mulai Krisis Uang Tunai!
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 12.03