Insentif SPPG Diubah Jadi Rp2 Ribu per Porsi, Kepala BGN Sebut Demi Efisiensi Anggaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per porsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Perubahan ini ditetapkan untuk meningkatkan efisiensi anggaran negara. Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa insentif sebelumnya memberikan nilai yang sama pada setiap SPPG terlepas dari jumlah porsi yang dihasilkan, sehingga dapat menyebabkan pemborosan. Dengan sistem baru, pembayaran proporsional berdasarkan jumlah porsi (misalnya 3.000 porsi x Rp2.000 = Rp6 juta) membuat penggunaan anggaran lebih adil dan efisien. Setiap rupiah dalam APBN diharapkan dapat dikelola dengan tepat gunakan untuk manfaat optimal program MBG.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.10
Sudaryono Respons Mitra MBG yang Keberatan Insentif Rp 6 Juta/Hari Ganti Skema
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.59
Insentif Dapur MBG Jadi Rp 2.000/ Porsi, Bos BGN: Tidak Untung Gede-gedean!
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 15.27
Bukan Rp 6 Juta Lagi, Dapur MBG Cuma Dapat Insentif Rp 2.000 per Porsi
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 18.30
BGN Ancam Putus Kerja Sama Yayasan MBG yang Cuma Minta Setoran
Berita terkait
BGN Akan Segera Umumkan Skema Insentif untuk SPPG, Tak Lagi Rata Rp 6 Juta/Hari
kumparan · 3 September 2026 pukul 23.27
Wamenkeu Juda Ungkap Alasan Insentif SPPG MBG Diubah
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 10.47
Insentif Dapur MBG Diubah Jadi Rp 2.000/Porsi: Tak Beroperasi, Tak Dapat!
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 07.54
Mulai 5 Oktober 2026, BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG Jadi Rp2.000 per Porsi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 21.07