Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran Punya Senjata Lebih Kuat dari Nuklir, AS Dibuat "Mati Kutu"

Iran berhasil menghadapi serangan militer AS dan Israel selama enam bulan terakhir dengan mengandalkan pengaruhnya di Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Strategi ini dianggap lebih efektif dibandingkan senjata nuklir karena dapat menimbulkan dampak ekonomi global tanpa menimbulkan kecaman internasional yang berat. Menurut Joshua Tallis, mantan pejabat Angkatan Laut AS, ancaman penutupan Selat Hormuz yang telah muncul sejak perang Iran-Irak pada 1980-an kini menjadi kenyataan dan memberikan Iran keuntungan strategis dengan biaya minimal.

Kemampuan Iran mengalihkan sifat konflik menjadi isu keamanan lalu lintas maritim menciptakan tantangan serius bagi AS, terutama ketika sekutu seperti Houthi di Yaman juga menyerang pelayaran komersial di Laut Merah. Serangan-serangan ini menyebabkan penurunan hingga dua pertiga lalu lintas melalui Terusan Suez dan memaksa kapal mengambil rute alternatif yang jauh lebih mahal. Situasi ini memicu pertanyaan dari sekutu AS seperti Arab Saudi terhadap komitmen keamanan Washington.

Pada perkembangan terkini, AS, Iran, dan Oman dikabarkan hampir mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan ini akan berlaku selama 60 hari dengan kemungkinan diperpanjang, mengatur jalur kapal masuk dan keluar dengan koordinasi Iran-Oman, serta membersihkan ranjau laut di jalur tengah Selat Hormuz dalam waktu 30 hari. Jika disepakani, Iran akan mendapatkan peran lebih besar dalam pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait