Iran Sebut Negara Mitra Tak Terpengaruh Ancaman AS Putus Hubungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam menjatuhkan sanksi baru terhadap negara yang menjalin hubungan ekonomi dengan Iran. Menanggapi ancaman ini, negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa negara sahabat tidak terpengaruh oleh tekanan AS. Ghalibaf menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki posisi ekonomi yang kuat untuk membatasi hubungan dengan negara lain, sekaligus menyatakan bahwa mitra dagang Iran tidak menganggap serius ancaman tersebut.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, mengutip sumber intelijen senior yang mengklaim langkah-langkah AS bersifat psikologis dan didasarkan pada rancangan media Presiden Trump. Sumber tersebut menyatakan bahwa sanksi yang diancamkan tidak akan memberikan dampak nyata, melainkan hanya untuk meningkatkan tekanan psikologis terhadap masyarakat Iran.
Sebelumnya, Bessent menunda pelaksanaan Economic D-Day yang diancamkan terhadap Iran, meski tetap mempertahankan ancaman sanksi terhadap negara mitra. Pemerintah AS juga mengumumkan rencana untuk memperluas kategori sanksi terkait aktivitas dengan Iran, termasuk sektor aset digital, teknologi, dan pelayaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 05.00
Sanksi Berulang AS Terhadap Iran Tidak akan Membuahkan Hasil
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 18.45
Rial Iran Tembus 2 Juta per Dolar AS, Washington Perketat Tekanan Ekonomi
Berita terkait
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Iran Ancam Hentikan Seluruh Ekspor Minyak di Timur Tengah, AS Justru Luncurkan D-Day Ekonomi
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.44
Iran Ejek Operasi Ekonomi Terbaru Trump: Skenario Daur Ulang!
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.16
AS Ingin Iran Runtuh seperti Venezuela, tapi Justru Jadi Kekuatan yang Memukau Dunia
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 09.46