Iran Setujui Rencana Aksi Strategis untuk Selat Hormuz, Larang Semua Kapal Musuh Melintas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat Iran mengumumkan persetujuan prinsip rencana aksi strategis untuk mengelola Selat Hormuz dan Teluk Persia. Rencana ini ditinjau Komisi Dewan dan disetujui setelah mendengarkan berbagai pendapat. Salah satu klausul utama melarang kapal milik AS, Israel, dan negara 'bermusuhan' lainnya melintasi Selat Hormuz. Larangan ini disebabkan tudingan penggunaan Selat Hormuz untuk tindakan bermusuhan terhadap Iran.
Direktur think tank Iran Diplo House, Hamidreza Gholamzadeh, menyatakan Iran menetapkan syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Syaratnya meliputi pencabutan blokade angkatan laut AS, penghapusan sanksi, dan penghentian aksi terhadap Teheran. Iran juga menuntut AS mematuhi nota kesepahaman Islamabad dan memenuhi komitmen sebelumnya.
Pengumuman ini menandakan eskalasi ketegangan terkait akses Selat Hormuz, yang menjadi jalur kritis untuk sekitar 21% minyak dunia. Langkah Iran dapat mempengaruhi pasokan energi global dan menambah ketegangan geopolitik di wilayah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
AS Siapkan Sanksi Baru Iran Isolasi Ekonomi Skala Besar
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.53
Harga Minyak Merosot Setelah Ekspor Lewat Selat Hormuz Meningkat
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
Berita terkait
Iran Sindir Keras AS: Koar-koar Ancam Eskalasi tapi Tuntut Negosiasi
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 12.50
Komandan Angkatan Darat Iran Tegaskan AS tidak Berhak Memasuki Teluk Persia
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.35
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Jepang Desak Iran Menjamin Keamanan Selat Hormuz tanpa Jatah Preman
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.33