Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jejak Kampung Bahari yang Dicap Kawasan Rawan Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan terkait kasus narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8). Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan menyatakan bahwa operasi dimulai dengan penangkapan bos narkoba berinisial MR di sekitar Kampung Bahari. Penggerebekan berhadapan dengan perlawanan yang cukup keras, termasuk penembakan mercon dan petasan oleh tersangka, yang kemudian dibalas oleh petugas dengan tembakan gas air mata.

Kampung Bahari, yang terletak di Tanjung Priok, bukan sekali dua kali menjadi sasaran operasi pemberantasan narkoba. Pada November 2025, BNN-Polri melakukan penggerebekan di wilayah ini dua kali dalam satu pekan. Studi tahun 2024 mengungkapkan bahwa Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari adalah dua wilayah yang berbeda namun berdampingan di Kelurahan Tanjung Priok. Kampung Muara Bahari dikenal sebagai rumah bagi banyak nelayan, di mana narkoba awalnya digunakan untuk menjaga stamina akibat beban kerja yang berat, namun kemudian berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan.

Faktor geografis memperparah situasi di Kampung Muara Bahari. Lokasinya yang dekat dengan stasiun, terminal, dan pelabuhan Tanjung Priok, serta di lepas tol Bandara Soekarno-Hatta, menjadikannya titik rawan penyebaran narkoba. Berdasarkan Buku Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba yang diterbitkan BNN pada 2019, wilayah ini termasuk dalam kategori kawasan rawan narkoba. Untuk menanggulangi masalah ini, berbagai program intervensi telah dilaksanakan, termasuk upaya kepolisian pada 2021 untuk mengubah Kampung Bahari menjadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, dan program Pencanangan Pemulihan Kampung Harapan Bersinar (Bersih Narkoba) yang diluncurkan oleh BNN pada 2025.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait