Jelang Muktamar NU, PCNU se-Solo Raya Tolak Politik Uang, Usul Surat Ahwa Diserahkan Jelang Pemilihan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026, PCNU se-Solo Raya menolak keras adanya politik uang dan tekanan dalam proses pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Sikap ini diambil untuk menjaga marwah demokrasi NU dan memastikan hasil muktamar yang bersih. Dalam rapat koordinasi jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Solo Raya, para ketua setuju bahwa praktik jual beli suara atau jabatan tidak boleh terjadi di lingkungan organisasi terbesar ini di Indonesia.
PCNU se-Solo Raya juga mengusulkan agar surat usulan Ahwa diserahkan mendekati pelaksanaan tabulasi, bukan jauh sebelumnya. Menurut Ketua PCNU Kota Solo KH Mashuri, rentang waktu antara registrasi dan tabulasi dapat menjadi celah bagi pengondisian atau kecurangan. Dengan menyerahkan surat usulan secara langsung oleh Rais Syuriah dan Katib Syuriah kepada panitia Muktamar, proses dianggap lebih aman dan transparan.
Prinsip utama yang dianjurkan adalah menjaga kerahasiaan surat usulan sejak tingkat PCNU hingga proses tabulasi, serta menyampaikan surat tersebut sekiranya dengan pelaksanaan pemilihan. PCNU se-Solo Raya berharap PBNU dan panitia Muktamar mempertimbangkan usulan ini demi menjaga legitimasi hasil Muktamar dan menentukan arah ke depan organisasi jamiyah NU.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.08
Gus Ipul Tegaskan Mekanisme Pengusulan AHWA Telah Diatur dalam AD/ART
Berita terkait
Forum Ulama Tolak 'Serangan Fajar' dalam Muktamar ke-35 NU
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.29
PWNU Jawa Tengah Tolak Politik Uang pada Muktamar ke-35 NU
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.20
Jelang Muktamar ke-35 NU, Ulama Nahdliyin Serukan Tolak Politik Uang dalam Pemilihan AHWA
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 12.16
Jelang Muktamar NU, Ma’ruf Amin Minta Jangan Ada Transaksi dalam Pemilihan AHWA
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.53