Presiden Iran: Tekanan dan Ancaman AS Berisiko Gagalkan Diplomasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa kebijakan tekanan dan ancaman AS berisiko menggagalkan upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Pernyataannya disampaikan dalam KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kirgistan, sementara ketegangan antara AS dan Iran terus memuncak. Pezeshkian menuding AS tidak memenuhi komitmen dalam Nota Kesepahaman Islamabad, sekaligus menyoroti ketiadaan jaminan penegakan yang efektif. Sebelumnya, Presiden AS Trump mengancam akan menyerang "dengan keras" setelah Iran melakukan serangan rudal ke pangkalan AS di Yordania. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, juga mengecam tindakan agresi AS terhadap Iran, termasuk serangan dan ancaman yang menargetkan seluruh kepentingan strategis negaranya. Ketegangan ini semakin memperparah kondisi yang sudah tegang di kawasan, sekaligus menimbulkan kekhawatirkan akan eskalasi lebih lanjut yang dapat merusak stabilitas ekonomi dan keamanan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.32
Iran tak Tutup Pintu Damai, Pezeshkian Tunggu Komitmen AS
VOI · 1 September 2026 pukul 08.00
AS akan Merespons Serangan Iran Terhadap Pasukannya di Timur Tengah
VOI · 1 September 2026 pukul 06.00
Menlu Araghchi Sebut Netanyahu Menipu AS Agar Terlibat Perang dengan Iran
VOI · 1 September 2026 pukul 05.00
Presiden Pezeshkian Sebut Melanjutkan Perang dengan AS Tidak Sejalan dengan Kepentingan Iran
Berita terkait
Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' di Tengah Perang Iran dan AS
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.06
AS Peringatkan Israel Jangan Coba-Coba Serang Iran
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 23.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 07.00