Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kantor Purbaya Beberkan Kabar Ekonomi RI: PMI Naik, Inflasi Turun

Kementerian Keuangan melaporkan PMI Manufaktur Indonesia naik ke 50,2 pada Juli 2026, dari 46,9 pada Juni 2026, sehingga kembali masuk zona ekspansi. Perbaikan ditopang kenaikan produksi dan penambahan tenaga kerja, tetapi pemulihan permintaan masih bertahap. PMI negara mitra juga menguat, antara lain Thailand 54,2, Jepang 54,5, AS 53,8, Vietnam 52,9, dan Malaysia 50,7.

Di sektor perdagangan, ekspor Juni 2026 tumbuh 8,84% yoy menjadi US$25,46 miliar, sementara impor melonjak 34,27% menjadi US$25,91 miliar. Akibatnya neraca perdagangan defisit US$450 juta pada Juni 2026, meski Januari-Juni 2026 masih surplus US$3,58 miliar. Kemenkeu menyebut defisit ini sinyal untuk mencermati permintaan global dan perkembangan impor, terutama harga minyak dan gas dunia.

Inflasi melanjutkan tren turun, tercatat 2,88% yoy pada Juli 2026 dibandingkan 3,34% pada Juni. Inflasi volatile food melandai ke 2,52%, administered prices naik ke 3,58%, dan inflasi inti stabil di 2,76%. Indikator domestik solid: penjualan mobil naik 32,9%, sepeda motor 1,1%, konsumsi BBM 6,5%, semen domestik 13,5%, dan penjualan listrik 10,8%. Indeks Keyakinan Konsumen berada di 117,8. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi dengan fokus pengendalian inflasi, daya beli masyarakat, daya saing manufaktur, serta kinerja perdagangan dan investasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait