Kecam Perdamaian Kilat PWI-Hotman Paris, JMP: Marwah Pers Jangan Selesai di Meja Makan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

JMP, Paguyuban Jurnalis Mitra Polri, mengecam perdamaian kilat antara Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dan Hotman Paris yang dilakukan di atas meja makan. Ketua JMP Ikhwan Amdi Azis menyatakan bahwa kompromi instan ini merendahkan martabat wartawan dan luka yang ditimbulkan lebih perih dari makian awal.
Secara hukum, JMP mencium kejanggalan karena kasus baru berjalan seminggu dan saksi masih diperiksa, namun laporan langsung dicabut. Ikhwan memperingatkan ini menjadi preseden buruk, di mana penghinaan terhadap wartawan bisa diselesaikan lewat diplomasi makan, mengancam integritas profesi.
Reaksi dari sesepuh pers, termasuk wartawan senior Dimas Supryanto, juga menyoroti narasi 'Persatuan Nasional' yang dipakai untuk menutupi kompromi ini, memicu perdebatan tentang etika dan independensi pers dalam menjaga marwah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 18.53
Polisi Bakal Klarifikasi PWI soal Pencabutan Laporan ke Hotman Paris
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 15.23
Polisi Proses Pencabutan Laporan ke Hotman Paris soal 'Lu Punya Otak Nggak'
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 14.38
PWI Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris, Polisi Buka Suara
Berita terkait
Dipertemukan dengan Hotman oleh Sufmi Dasco Ahmad, Ketua PWI Pusat Cabut Laporan
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 09.00
PWI Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 21.43
PWI Cabut Laporan Polisi ke Hotman Paris soal Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak'
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 21.09
PWI Resmi Cabut Laporan Polisi soal Hotman Paris Hina Wartawan
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 20.59