Kepala BGN Ungkap Kasus Keracunan MBG di Jayapura gegara Masak Terlalu Cepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan penyebabnya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memasak terlalu awal, melanggar waktu yang ditentukan. Contohnya, memasak pada pukul 19.00 atau 19.30 untuk disajikan keesokan harinya pada pukul 11.00, yang dianggap pelanggaran aturan.
BGN akan meningkatkan pengawasan terhadap SPPG dan mencari formula untuk mencegah pelanggaran serupa. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau sabotase, kasus akan dilaporkan ke kepolisian. Selain itu, ada kasus keracunan akibat makanan MBG dibawa pulang dan dikonsumsi oleh anggota keluarga, sehingga BGN perlu mengedukasi penerima manfaat tentang keamanan pangan.
Akibat insiden ini, delapan pasien dirawat di RSUP Jayapura, dengan satu pasien telah diizinkan pulang setelah kondisinya membaik. Kejadian ini menegaskan pentingnya disiplin dalam penyajian makanan program MBG.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 09.53
Ompreng MBG Bakal Diberi Label Batas Waktu Makan Maksimal 4 Jam
ANTARA News · 6 Agustus 2026 pukul 17.57
BGN pastikan telah copot kepala SPPG di Jayapura usai keracunan MBG
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 20.44
BGN Copot 137 Kepala SPPG
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.01
BGN tegaskan SLHS jadi syarat mutlak operasional SPPG
Berita terkait
Kejadian Keracunan MBG di Sumut Diduga Karena Ikan Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 09.01
Ada Dugaan Kasus Keracunan MBG Lagi, Ini Pernyataan Tegas Sudaryono
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.06
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Semarang, BGN Hentikan Operasional SPPG Karangturi
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 10.30
Tak Cukup Cek Aroma dan Rasa, BGN Siapkan Tes Kit Kimiawi di Setiap Dapur MBG
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 10.15