Ketidakpastian Geopolitik Timteng Bikin Rupiah Sulit Bangkit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah mengalami tekanan melemah terhadap dolar AS akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Iran dan potensi gangguan di Selat Hormuz. Pada perdagangan Kamis, rupiah melemah 2 poin atau 0,01 persen, berada di level Rp 17.79 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.77 per USD. Menurut Muhammad Amru Syifa dari ICDX, perkembangan Iran-Selat Hormuz berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi, yang secara tidak langsung memberi dampak negatif pada mata uang lokal. Iran menuntut enam syarat agar Selat Hormuz dibuka kembali, termasuk menghentikan ancaman terhadap pemimpin Iran, mengakhiri aksi militer AS, menarik kekuatan militer AS, memberikan kompensasi, mencabut sanksi, dan membebaskan aset Iran yang dibekukan. Iran juga sedang menyiapkan undang-undang yang melarang kapal militer dan komersial negara yang dianggap musuh memasuki Selat Hormuz tanpa izin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 16.27
Iran Setujui Rencana Aksi Strategis untuk Selat Hormuz, Larang Semua Kapal Musuh Melintas
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 08.52
Selat Hormuz Belum Temui Titik Terang, Harga Minyak Catat Lonjakan 40% Tahun Ini
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.47
Rupiah Hari Ini Melemah Dipengaruhi Iran dan Selat Hormuz
Berita terkait
Skenario Paling Realistis Akhiri Perang: Berikan Iran Kontrol Administratif Jangka Pendek di Selat Hormuz
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 05.15
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Bertahan Dekat US$ 89 per Barel
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 07.45