Kiai Musta’in Syafi’i: Muktamirin Perlu Diseleksi, Diskualifikasi yang Curang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kiai Musta'in Syafi’i, Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, menyoroti potensi kecurangan dalam Muktamar ke-35 NU. Ia menekankan perlunya seleksi muktamirin dengan indikator jelas agar proses penyelenggaraan muktamar dapat ditunda jika diperlukan. Kiai Musta'in juga meminta tindakan tegas terhadap yang terbukti melakukan kecurangan, termasuk diskualifikasi. Selain itu, ia mempertanyakan konsep Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan pimpinan NU yang menurutnya telah berubah menjadi berbagai versi. Ia meminta AHWA dipilih dari ulama yang memiliki kapasitas keilmuan dan spiritual.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 22.37
Tinjau Ponpes Tambakberas, Gus Ipul Pastikan Persiapan Muktamar ke-35 NU Sudah Tembus 85 Persen
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.18
Jejak Sowan Gus Salam Menjemput Restu Ulama Jelang Muktamar ke-35 NU
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 08.30
Usul AHWA Jadi Lembaga Permanen untuk Mencegah Konflik Rais Aam dan Ketua Umum PBNU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.04
Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
Berita terkait
Panas Jelang Pemilihan AHWA! Kiai Sepuh Ungkap Dugaan Kecurangan di Muktamar NU Ke-35
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 11.42
Riak Di Muktamar: Banyak Orang Tiba-tiba Jadi Pakar
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.52
Prof Nuh Ungkap Cerita di Balik Layar Muktamar PBNU
Detik.com · 1 September 2026 pukul 11.06
Resmi Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tegaskan NU Bukan Kendaraan Politik
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.55