Kiai Musta’in Syafi’i: Muktamirin Perlu Diseleksi, Diskualifikasi yang Curang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kiai Musta'in Syafi’i, Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, menyoroti potensi kecurangan dalam Muktamar ke-35 NU. Ia menekankan perlunya seleksi muktamirin dengan indikator jelas agar proses penyelenggaraan muktamar dapat ditunda jika diperlukan. Kiai Musta'in juga meminta tindakan tegas terhadap yang terbukti melakukan kecurangan, termasuk diskualifikasi. Selain itu, ia mempertanyakan konsep Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan pimpinan NU yang menurutnya telah berubah menjadi berbagai versi. Ia meminta AHWA dipilih dari ulama yang memiliki kapasitas keilmuan dan spiritual.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.42
Kiai Sepuh Tebuireng: Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Bukan Lagi Isu
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Berita terkait
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Ada yang Resah Belum Diundang ke Muktamar NU, tetapi Sudah Diminta Nama AHWA
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.11
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 16.30
Jelang Muktamar, Ketua PWNU DKI Soroti Potensi Money Politics & Sedekah Politik
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 19.37