Kian Terang Perkara Suap Usai KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK mengusut kasus suap pembukaan blokir Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon di Bogor. Penyidik menggeledah rumah tersangka Lampri (Dirjen ATR/BPN) di Bekasi, kantor Summarecon Agung Tbk, serta tiga ruang Dirjen di Kementerian ATR/BPN. Dari penggeledahan tersebut, ditemukan bukti chat aliran uang, dokumen SHGB, dan data elektronik terkait sengketa tanah.
Kasus ini melibatkan delapan tersangka, termasuk pejabat ATR/BPN dan pihak swasta. Selain suap HGB, KPK juga mendalami dugaan jual beli jabatan di internal kementerian. Dalam perkara ini, KPK menyita uang sebesar Rp 106,3 miliar, yang tercatat sebagai jumlah terbesar dalam sejarah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 September 2026 pukul 08.15
Tak Cuma Kasus HGB, KPK Telusuri Dugaan Uang Pelicin Mutasi Jabatan di Kementerian ATR/BPN
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 02.50
Omongan Mahfud MD soal Nusron Wahid Direspons KPK, Begini...
kumparan · 19 September 2026 pukul 10.07
KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang dari Penggeledahan Rumah Dirjen PPTR Lampri
JawaPos · 19 September 2026 pukul 09.15
Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN, KPK Amankan Bukti Aliran Suap Summarecon
Berita terkait
KPK Temukan Bukti Dugaan Aliran Dana Suap Saat Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN
Detik.com · 19 September 2026 pukul 09.36
Kantor ATR/BPN berjalan normal di tengah penggeledahan KPK
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 16.03
KPK geledah beberapa ruangan di Kementerian ATR/BPN
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 13.06
KPK Pernah Wanti-wanti Potensi Korupsi di ATR/BPN Sebelum OTT HGB Summarecon
Detik.com · 16 September 2026 pukul 18.27