KKI Terjun Investigasi Kasus Dokter dan Nakes Cibir Pasien BPJS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) akan menginvestigasi dokter dan tenaga kesehatan yang berkomentar tidak empati terhadap pasien BPJS Kesehatan di media sosial. KKI akan berkoordinasi dengan organisasi profesi dan memberikan sanksi jika ditemukan pelanggaran etika. Ketua KKI Arianti Anaya menyayangkan sikap tenaga medis yang tidak mencerminkan profesionalisme, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Peristiwa ini berawal dari unggahan pasien bernama @yurizaltrich di Threads pada 22 Juli 2026 yang menceritakan pengalaman menunggu 8 jam untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Unggahan tersebut mendapat komentar negatif dan menghakimi dari sejumlah akun tenaga kesehatan. Salah satunya adalah Elda Putri Rahardini, dokter PPDS di RSUP Dr Sardjito, yang kemudian meminta maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas. Belakangan, pasien tersebut meninggal dunia dan memicu sorotan luas. KKI turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 21.45
KKI Identifikasi 10 Rumah Sakit Nakes yang Diduga Komentar Nirempati ke Pasien BPJS
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 06.46
Legislator Sayangkan Nakes Hina Pasien BPJS, Desak Sanksi Tegas
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.43
Perawat RSUD Cicalengka Cibir Pasien BPJS 'Tidur di Kamar Mandi' Dinonaktifkan
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.06
Legislator Soroti Nakes Hina Pasien BPJS, Minta Evaluasi Total Manajemen RS
Berita terkait
Daftar Nakes Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS di Medsos
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 10.39
Dokter PPDS UGM yang Cibir Pasien BPJS Dinonaktifkan 3 Bulan
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 20.37
Rekomendasi RSA UGM ke Nakes Cibir Pasien BPJS: Sanksi Berat
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.56
Dinkes Pastikan Nakes Viral Cibir Pasien BPJS Bukan Pegawai Pemprov DKI
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 11.53