Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

KNKT Ungkap Komunikasi Kacau Sebelum Tabrakan Kereta di Bekasi

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan sejumlah persoalan komunikasi yang berkontribi pada kecelakaan KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Salah satu masalah utama adalah kualitas audio radio yang buruk dari KA 5181B setelah terlibat kecelakaan dengan taksi, sehingga proses klarifikasi informasi memakan waktu 3 menit 20 detik. Masinis KA 5181B juga berkomunikasi dalam posisi berdiri karena kesulitan melepaskan mikrofon, serta penggunaan frasa yang tidak jelas seperti 'nemper mobil' dan 'mobilnya nyangkut' tanpa menyertakan lokasi atau situasi akurat.

Selain itu, komunikasi antar Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKP) juga meng mengalami kendala. PPKP Timur tidak menerima informasi lengkap dari PPKP Selatan mengenai kecelakaan, sehingga perintah pengurangan kecepatan diberikan secara subjektif dengan istilah 'direm-rem dikit'. PPKP Selatan juga tidak merespons panggilan darurat dari KA 5568A karena sedang mendengani komunikasi lain, sementara penggunaan panggilan individual alih-alih panggilan darurat menurunkan tingkat urgensi yang dirasakan.

KNKT menemukan bahwa tidak adanya prosedur standar untuk fraseologi dan struktur komunikasi darurat, kondisi ruang kerja PPKP Selatan yang menggunakan speaker eksternal tanpa headset, serta beban operator yang harus mengelola banyak sistem secara bersamaan, berkontribi pada penyampaian informasi keselamatan yang tidak efektif. Temuan ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan waktu tersedia untuk tindakan pengamanan terhadap KA 4B semakin terbatas sebelum mencapai Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa ini diliput 5 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait