Konflik Tanah Tak Kunjung Berakhir, DPR: Negara Harus Berbenah Kelola Agraria
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti persistennya konflik agraria di Indonesia yang belum berhasil diselesaikan. Dalam diskusi terkait RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR Adian Yunus Yusak Napitupulu menyatakan bahwa negara bukan hanya gagal menyelesaikan sengketa tanah, tetapi dalam banyak kasus justru menjadi pemicu konflik melalui pemberian izin yang tumpang tindih, penetapan batas lahan yang tidak akurat, regulasi sektoral yang bertabrakan, hingga buruknya integrasi data pertanahan.
Adian menjelaskan bahwa konflik sering muncul akibat penerbitan sertifikat hak atas tanah yang batasnya tidak tepat, bahkan melintasi jalan atau sungai. Menurutnya, ketidaknyamanan negara dalam menyusun batas-batas lahan secara rapi justru menjadi akar masalah penciptaan konflik baru bagi masyarakat.
Sebagai contoh konflik historis, Adian mengingat kembali program transmigrasi pada era 1970-an hingga 1980-an, di mana banyak masyarakat dari Pulau Jawa dipindahkan ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi dengan diberikan lahan untuk dikelola. Kasus ini menjadi ilustrasi bagaimana kebijakan agraria yang tidak diatur dengan baik dapat menimbulkan sengketa yang berkepanjangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 18.41
Konflik Agraria Berlarut, RUU Reforma Agraria Didorong Benahi Regulasi dan Data
Detik.com · 14 September 2026 pukul 12.36
Massa Petani Demo di Depan DPR, Dorong RUU Reforma Agraria Segera Disahkan
Berita terkait
Baleg Targetkan RUU Reforma Agraria Rampung Sebelum Hari Tani
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 06.00
Baleg: Badan Baru BRAN Bersifat Ad Hoc, Berakhir Jika Konflik Agraria Tuntas
kumparan · 10 September 2026 pukul 12.39
RUU Reforma Agraria dari DPR Bentuk Badan Reforma Agraria Nasional
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.31
Legislator PAN Harap RUU Reforma Agraria Bisa Kurangi Ketimpangan dan Konflik
Detik.com · 8 September 2026 pukul 19.27