KPAI Beri Alarm Keras soal MBG: Jangan Sampai Anak Jadi Korban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluarkan peringatan keras terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diwarnai berulangnya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah. Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menilai rangkaian insiden ini bukan lagi kasus terisolir, melainkan indikasi kegagalan sistemik dalam tata kelola rantai pangan MBG — mulai dari dapur SPPG, pengemasan, penyimpanan, transportasi, hingga makanan diterima anak-anak.
Masalah utama terletak pada jarak dan waktu distribusi. Di berbagai wilayah, makanan diproduksi pagi hari lalu dikirim ke sekolah dengan jarak jauh, menghadapi kemacetan, kondisi jalan buruk, keterbatasan kendaraan, dan penyimpanan tidak memadai selama perjalanan. Akibatnya, makanan yang seharusnya fresh, hangat, dan aman justru berisiko membahayakan kesehatan anak.
Jasra menegaskan anak-anak tidak boleh menjadi korban sistem logistik yang belum siap. Negara mempertaruhkan kesehatan jutaan anak karena rantai distribusi pangan gagal menjamin keamanan pangan hingga titik konsumsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 09.53
Ompreng MBG Bakal Diberi Label Batas Waktu Makan Maksimal 4 Jam
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.34
Kepala BGN Minta Maaf Marak Kasus Keracunan MBG
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 19.47
BGN Bakal Pasang Label Batas Konsumsi Maksimal 4 Jam di Ompreng MBG
Berita terkait
Buntut Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Minta Kepala SPPG Setempat Dipecat
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.35
Puluhan Siswa di Dumai Diduga Keracunan seusai Santap MBG
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.41
Sudaryono Copot Kepala SPPG Imbas Keracunan MBG Siswa SMA di Berastagi
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.34
Ada Dugaan Kasus Keracunan MBG Lagi, Ini Pernyataan Tegas Sudaryono
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.06