KPK Buru Keterangan Stafsus Menhut soal Pengembalian Amplop Bupati Kuansing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga stafsus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Andi Saiful Haq, mengetahui proses penerimaan dan pengembalian amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Amby. Andi Saiful Haq dianggap mengetahui dugaan suap terkait jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Kuansing. KPK memanggil Andi pada 21 Agustus 2026, namun ia tidak hadir. Penyidik akan melakukan pemanggilan ulang untuk mendapatkan keterangan lengkap mengenai proses uang yang disiapkan Bupati, diberikan kepada pihat di Kemenkeh, dan proses pengembaliannya. Kasus ini dikaitkan dengan operasi tangkap tangan pada 1 Juli 2026 yang menetapkan tiga tersangka: Bupati Kuansing, Sekretaris Daerah, dan Direktur PT MIC. Dugaan suap meliputi mobil Mitsubishi Pajero Sport untuk Kepala Dinas PUPR 2021 serta Toyota Land Cruiser Rp 2 triliun untuk Sekretaris Daerah 2025. Selain itu, Bupati diduga menerima uang dari KUD petani untuk pengurusan perizinan alih fungsi atau pelepasan HPT seluas 1.828 hektar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 8 September 2026 pukul 14.30
Alasan Ketua KPK Belum Panggil Menhut Raja Juli soal Pengembalian Amplop Diduga dari Bupati Kuansing
JawaPos · 8 September 2026 pukul 11.45
Ketua KPK Beri Alasan Belum Panggil Menhut Raja Juli soal Pemberian Amplop dari Bupati Kuansing
Detik.com · 8 September 2026 pukul 09.12
Ditanya Kapan Periksa Menhut Terkait Amplop, Ketua KPK Bilang Begini
Berita terkait
KPK Ungkap Alasan Belum Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Kasus Bupati Kuansing
JawaPos · 4 September 2026 pukul 19.15
KPK Dalami Kasus Bupati Kuansing, Stafsus Raja Juli Diperiksa
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.11
Belum Panggil Menhut Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Fokus Pokok Perkara Suap Jabatan
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 20.19
KPK Minta ASDP Kembangkan Maintenance System untuk Ukur Peremajaan dan Pemeliharaan Kapal
VOI · 3 September 2026 pukul 15.11