KPK Ungkap Alasan OTT Lebih Banyak Jerat Bupati daripada Gubernur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311584/original/053609900_1785407964-IMG_20260730_141202_413.jpg)
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menjelaskan alasan operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang 2026 lebih banyak menjerat bupati daripada gubernur. Sepanjang tahun, KPK telah melakukan 18 OTT di berbagai daerah, dengan 12 di antaranya melibatkan kepala daerah seperti Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menegaskan bahwa OTT bukan sengaja menyasar kabupaten, melainkan berawal dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
Ribuan pengaduan masuk ke KPK setiap tahunnya, dan lembaga ini melakukan telaah awal sebelum mengambil langkah hukum. Banyaknya OTT terhadap bupati tahun ini disebabkan oleh laporan masyarakat yang disertai petunjuk dan alat bukti yang memadai di tingkat kabupaten. Sementara itu, laporan dugaan korupsi yang melibatkan gubernur juga ada, namun alat bukti yang tersedia belum cukup untuk melakukan penangkapan.
Fitroh menegaskan bahwa KPK tidak melindungi gubernur atau siapa pun. Semua tindakan hukum bergantung pada kecukupan alat bukti, dan penegakan hukum harus dilakukan secara cermat. KPK menolak anggapan bahwa mereka sengaja mengincar bupati.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 08.32
Perkara Memeras dan Diperas Bikin Bupati Pemalang Jadi Tersangka
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.21
KPK soal Marak OTT Bupati: Kami Tak Menarget dan Cari Kesalahan Orang
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 10.57
2 Bupati Pemalang Kena OTT KPK: Dulu Mukti Agung, Kini Anom Widiyantoro
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.03
Bupati Pemalang Ditahan KPK, Pakai Rompi Oranye dan Tangan Diborgol
Berita terkait
KPK Dalami Kegiatan Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum Terjerat OTT
JawaPos · 23 September 2026 pukul 10.30
OTT Bupati Bolmut, KPK Tegaskan Tak Pilih-Pilih Kasus
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 06.12
Fakta-Fakta KPK OTT Bupati Bolmut
kumparan · 23 September 2026 pukul 05.16
KPK Pamerkan Barang Bukti Uang Rp 200 Juta saat OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
JawaPos · 22 September 2026 pukul 18.15