OTT Bupati Bolmut, KPK Tegaskan Tak Pilih-Pilih Kasus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355041/original/003500600_1790070163-IMG_20260922_155828_6.jpg)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak memilih kasus korupsi berdasarkan ukuran perkara. KPK tangkap tangan (OTT) Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena serta 13 orang lainnya pada 21 September 2026. Sirajudin diduga mematok fee proyek 10 persen dan menerima gratifikasi Rp 11,14 miliar selama 2023-2026. Dari hasil OTT, KPK menyita uang tunai Rp 200 juta. Sirajudin ditetapkan sebagai tersangka pemerasan dan ditahan selama 20 hari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 05.16
Fakta-Fakta KPK OTT Bupati Bolmut
JawaPos · 22 September 2026 pukul 18.15
KPK Pamerkan Barang Bukti Uang Rp 200 Juta saat OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 18.10
KPK Amankan Uang Rp200 Juta saat OTT Bupati Bolmut
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.02
Ironi Kasus Korupsi Bupati Sirajudin Saat Setengah Jalan di Boltara Rusak Parah
Berita terkait
Perkara Memeras dan Diperas Bikin Bupati Pemalang Jadi Tersangka
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 08.32
Bupati Bolaang Mongondow Utara Diduga Patok Fee Proyek 10 Persen, KPK Ungkap Modusnya
JawaPos · 22 September 2026 pukul 17.15
KPK Tetapkan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Tersangka Pemerasan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.48
Fakta-fakta OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, Ditangkap di Jakarta, Uang Ratusan Juta Disita
JawaPos · 22 September 2026 pukul 10.00