Kutukan Alam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
.jpeg)
Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (Kosmak) meluncurkan buku "Kutukan Alam" yang dibedah di gedung majalah Tempo, Jakarta. Mantan komisioner KPK Saut Situmorang menilai judul buku mencerminkan paradoks pemberantasan korupsi yang justru dilakukan dengan cara korup. "Memberantas Korupsi Sembari Korupsi" atau "Menegakkan Hukum Sembari Melanggar Hukum" menjadi interpretasi alternatif yang diajukan Saut. Acara dimoderatori Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), yang menyebut Saut sebagai pejabat KPK terakhir sebelum lembaga itu dilemahkan di era Presiden Jokowi.
Sugeng juga mengungkap dugaan korupsi dan pemerasan dalam kasus lelang aset Asabri. Aset bernilai Rp 11 triliun dilelang dengan harga Rp 1,5 triliun saja. Sugeng telah melaporkan Febrie Adriansyah terkait korupsi mark down aset tersebut dan terus mendesak agar kasus diselidiki menyeluruh. Bedah buku ini menjadi momentum publik untuk menyoroti kelemahan institusi pemberantasan korupsi serta praktik korupsi yang melibatkan pengelolaan aset negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 19.27
KPK Geledah 15 Lokasi di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Sita CCTV Hotel
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 16.42
KPK Geledah 15 Lokasi di Kasus Bupati Pemalang, Ini Hasilnya
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 22.01
Soroti Dakwaan Kasus Kuota Haji, Kuasa Hukum: Tak Ada Bukti Gus Alex dan Gus Yaqut Minta Fee
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.09
KPK Panggil Kabiro SDM Kemenkeu Terkait Pengembangan Kasus Bea Cukai
Berita terkait
KPK Ungkap Setoran Silmy Karim ke Dosen Tiap Bimbingan S3
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 08.21
KPK: Silmy Karim Rutin Beri Rp 3 Juta ke Dosen UB Per Bimbingan Doktoral
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.54
KPK Usut Hubungan Bupati Pemalang dengan Wanita yang Sempat Ikut Kena OTT
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.18
Periksa Dosen Brawijaya, KPK Dalami Uang Bimbingan Silmy Karim
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 01.00