Lansia Difabel Yogya Masuk Desil 10, Setahun Lebih Tak Terima Bansos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Suwarno, seorang lansia 70 tahun di Yogyakarta, sudah lebih dari setahun tidak menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Terakhir menerima pada Januari hingga Maret 2025, lalu pembayaran April 2025 tiba-tiba terputus. Suwarno hidup sendirian di rumah sederhana, tidak memiliki kendaraan, dan bergantung pada pensiunan Rp900.000 per bulan. Namun, sistem mencatatnya sebagai bagian dari desil 10 (kelompok ekonomi tertinggi) dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga dianggap tidak layak menerima bansos. Suwarno sendiri tidak mengerti mengapa masuk ke desil tertinggi, apalagi kondisinya justru sangat membutuhkan bantuan. Ia menyampaikan bahwa penentuan desil tidak akurat dan meminta verifikasi ulang di lapangan agar benar-benar mencerminkan kondisi nyata masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 15.42
Dinsos DIY Respons Lansia Difabel Sebatang Kara Tak Dapat Bantuan
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 15.05
Lansia Difabel di Yogya Masuk Desil 10: Rumah Gang Sempit, Tak Punya Motor
Berita terkait
Cerita Sopir Becak Motor di Malioboro Jogja Heran Masuk Desil 9
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 16.10
Pemda DIY Jamin Tak Abaikan Warga yang Data Desil Meleset dari Bansos
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.30
Dinsos Godok Formula Agar Warga Jogja Tak Kehilangan Hak Meski Desil Berubah
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.45
Tukang Becak Malioboro Tiba-tiba dari Desil 1 Jadi 9, Anak Terancam Putus Kuliah
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 11.03