Lebih dari 20 Kapal Perang AS Blokade Iran Meski Trump Bilang Semi-Negosiasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer AS memperkuat kehadiran kapal perangnya di Timur Tengah, dengan lebih dari 20 kapal perang yang dikerahkan untuk mendukung blokade laut terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa sejak blokade diberlakakan, setidaknya 55 kapal komersial telah dialihkan, dua di antaranya dilumpuhkan, dan dua kapal lainnya diturunkan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan AS. Unggahan CENTCOM di X pada 10 Agustus 2026 menunjukkan bahwa kapal-kapal ini bertugas di antasari USS Ross (DDG 71) dan sekitarnya.
Konteks ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam dunia melewati jalur sempit ini pada masa damai. Iran tetap bersikeras pada tuntutan yang harus dipenuhi sebelum melegakan cengkeramannya atas jalur pelayaran tersebut.
Meskipun Presiden AS Donald Trump berpendapat bahwa kedua belah pihak hanya terlibat dalam "semi-negosiasi", tindakan militer AS yang signifikan ini menunjukkan keterlibatan yang lebih dalam dan keras dalam upaya memblokade Iran secara laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.28
Harga Minyak Dunia Naik ke US$89, Pasar Ragukan Kesepakatan AS-Iran
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 07.00
Breaking: Timteng Panas Lagi, AS-Houthi Serang Kapal-Kapal
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.10
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Bersihkan Ranjau Iran
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 09.39
Giliran Trump Minta Kompensasi Iran untuk Semua yang Telah Dibunuh
Berita terkait
Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Harga BBM Melonjak Imbas Perang AS-Iran, Trump Minta Sudah Terima Saja
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.00
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34