Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Bersihkan Ranjau Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Angkatan Laut AS telah menguasai 100 persen kendali atas Selat Hormuz, sebuah jalur perairan strategis yang menjadi titik perselisihan dengan Iran. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz kini terbuka dan bahwa AS telah menyisir seluruh perairan untuk membersihkan ranjau-ranjau yang ditempatkan oleh Iran. Ia juga menggambarkan blokade AS sebagai 'dinding baja' yang hanya menargetkan kapal yang keluar dan masuk ke pelabuhan Iran.
Klaim Trump disampaikan di tengah ketegangan yang masih tinggi antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali jalur perairan yang vital untuk pasokan minyak dan gas global. Iran telah menegaskan bahwa ia tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya hingga tuntukannya dipenuhi, termasuk kompensasi atas kerusakan akibat perang dan konsesi lainnya sebelum bersedia memulihkan aktivitas pelayaran.
Trump menekankan bahwa upaya Teheran untuk menebar ranjau tidak mempengaruhi kendali yang dipegang Washington, dan bahwa pasukan AS secara aktif menemukan dan meng-clear ranjau yang ditempatkan di seluruh Selat Hormuz.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.33
Jepang Desak Iran Menjamin Keamanan Selat Hormuz tanpa Jatah Preman
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 15.06
Iran Klaim Temukan Kelemahan Militer AS: 'Lebih Lemah dari yang Kami Bayangkan'
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.44
Ketidakpastian Geopolitik Timteng Bikin Rupiah Sulit Bangkit
Berita terkait
Anak Buah Trump Sebut Amerika Mampu Memblokade Iran Selamanya
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.19
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29