Selat Hormuz Terus Ditutup Jika AS Tak Penuhi Syarat-syarat Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat (AS) mengubah kebijakannya dan menerima syarat-syarat Iran untuk mengakhiri konflik. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamangan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, yang baru dilantik. Rezaei menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai transit melalui Selat Hormuz tidak akan membuka kembali rute tersebut jika AS tidak memenuhi komitmennya dalam nota kesepahaman Juni lalu. Iran menuntut AS menghentikan perang di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon dan Gaza, serta membuka kembali aset yang dibekukan. Penasihat Khamenei, Mohammad Mokhber, juga memastikan bahwa sanksi akan terus diterapkan hingga syarat Iran terpenuhi. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menuntut kompensasi dari Iran atas kerusakan selama 50 tahun terakhir dan menyebut Teheran sebagai negosiator yang licik. Washington belum memberikan respons langsung terhadap pernyataan terbaru Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 09.00
AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 22.31
Militer Iran Tolak Klaim AS soal Kapal-kapal Bisa Melintasi Selat Hormuz secara Normal
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 21.10
Respons Klaim Trump, Iran Beri Jawaban Terbaru soal Selat Hormuz
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 15.06
Iran Klaim Temukan Kelemahan Militer AS: 'Lebih Lemah dari yang Kami Bayangkan'
Berita terkait
Respons Iran Usai Trump Nyatakan Selat Hormuz Segera Jadi Wilayah AS
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.30
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48