Mencuat Pilkada Tanpa Wakil, PKS Sodorkan Paket Politikus-Profesional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Bappilu PKS Mardani Ali Sera menanggapi usulan pilkada tanpa wakil yang sebelumnya diajukan Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB Muhammad Khozin. Mardani menilai usulan tersebut cukup baik, namun masalah utamanya adalah kedewasaan berpolitik dan kesadaran pelayanan masyarakat. Ia menyinggung fenomena benturan antara kepala daerah dan wakilnya yang kerap terjadi karena kepentingan jangka pendek dan perebutan kekuasaan.
Mardani kemudian menyodorkan alternatif berupa paket pasangan politikus dan profesional non-partai. Usulan ini memanfaatkan putusan Mahkamah Konstitusi yang menurunkan ambang batas pencalonan dari 20% kursi atau 25% suara DPRD menjadi 6,5%-10% suara sah, setara jalur independen. Dengan ambang batas yang lebih rendah, partai tidak lagi dipaksa membentuk koalisi besar sehingga bisa memilih wakil dari kalangan profesional, akademisi, atau tokoh masyarakat. Mardani meyakini pendekatan ini akan menghasilkan leadership team yang lebih harmonis dibanding pasangan yang sama-sama dari partai politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.52
Sekjen Golkar Akui Partainya Bahas Opsi Pilkada Tanpa Wakil
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.17
Golkar Pertimbangkan Pilkada Tanpa Wakil untuk Cegah Konflik
Berita terkait
PKS Ingin Kepala Daerah Tetap Didampingi Wakil, Gerindra Tak Buru-buru
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 14.50
Daftar Kepala Daerah Pecah Kongsi di Tengah Isu Pilkada Tanpa Wakil
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 06.26
Pakar Ungkap Pilkada Tanpa Wakil Berpotensi Langgar UUD
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 06.06
Wacana Pilkada Tanpa Wakil, Golkar Ingatkan Pengganti Kepala Daerah
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 03.36