Mengapa Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab Begitu Vital? Begini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laut Merah berfungsi sebagai koridor maritim global yang kritis, menangani hingga 30% dari total lalu lintas pelayaran dunia. Jalur strategis ini bergantung pada Selat Bab al-Mandab, selat sempit selebar 29 kilometer yang menghubungkannya dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Saat kondisi stabil, selat ini mengalirkan minimal 4,1 miliar barel minyak mentah per tahun. Konflik yang menutup Selat Hormuz memaksa Arab Saudi mengalihkan ekspor minyaknya ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Namun, ancaman blokade oleh milisi Houthi terhadap Selat Bab al-Mandab dan Pelabuhan Yanbu telah mengganggu sekitar 25% pasokan minyak dan gas alam dunia. Akibatnya, lalu lintas kapal di Laut Merah menurun tajam, mencatat hanya 11 kapal selama akhir pekan terakhir, dibandingkan lebih dari 70 kapal per hari sebelum tahun 2023. Situasi ini memperparah kenaikan harga minyak global yang sudah volatile sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada Februari lalu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.30
Siaga Harga Minyak Meledak, Houthi Akan Kenakan Tarif Lewat Laut Merah
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 11.10
Harga Minyak Turun di Bawah US$90, Ini Penyebabnya
Berita terkait
Eritrea Intip Peluang di Laut Merah sebagai Alternatif Selat Hormuz
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.35
Laut Merah Mencekam, Arab Saudi Putar Otak Kirim Minyak ke Pelanggan
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.05
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Bertahan Dekat US$ 89 per Barel
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 07.45
Penyebab IHSG Kembali di Zona Merah, Sesi 1 Turun 0,97%
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.22